sekali lagi, saya bangga berbangsa INDONESIA.
Satu hal yang membuat saya bangga, kami ini tak kurang akal untuk sekedar mencari celah agar bisa maju. Selalu saja ada kesempatan disegala bidang. Bukan hanya dalam hal positif tapi juga dalam hal yang negatif.
Anda tak percaya. mari kita mulai memilahnya satu persatu.
Pernah anda datang ke kantor atau ke sekolah bahkan ketika orang sedang berjualan dipasar. Pastinya anda melihat satu kesempatan untuk maju. ya jika di kantor, anda punya waktu untuk sekedar ngobrol dengan bos, anda lobi-lobi. tiba-tiba anda dapat sekedar proyek yang bagi bos anda kecil tapi bagi anda merupakan kesempatan besar untuk berkembang. atau ketika anda sedang ujian di kelas. anda terpojok dengan soal yang benar-benar anda benci. tiba-tiba ada satu kesempatan untuk mencontek. di akhir smester anda lulus denga nila yang yahhhh bisa dibilang memuaskan lahhhh...nah disini anda terbukti sudah memanfaatkan kesempataan yang ada dengan maksimal. kalo di pasar ya... anda byangkan sendiri lah, gimana hiruk pikuk kehidupan pedagang di dalam pasar tersebut.
hal ini berlaku juga buat para politisi yang, yah saya bilang, TAK TAHU MALU. kenapa? he he he...
coba anda tengok ketika kejadian bencana alam Merapi kemaren hari. mulai dari jalan Ring-Road utara Yogyakarta (arah ke Kaliurang) anda pasti melihat segala jenis umbul-umbul yang mengusung nama tokoh parpol tertentu, atau mengusung nama parpol tertentu. disini saya tidak harus menyebutkan satu persatu, nggak etis menurut saya. memprihatinkan memang, disatu sisi kami yang sedang tertimpa musibah bencana alam, mengharapakna uluran tangan yang ikhlas untuk menyelamakan jiwa kami, lha kok disisi lain mereka yang menolong kami malah membawa spanduk bergambar senyum pepso**nt. hal inilah yang membuat Kanjeng Sultan Geram. lha kami ini sedang tertimpa musibah, kenapa malah jadi ajang berkampanye ria semacam ini.
sbenaranya mereka ini dulu pernah belajar agama ndak sih? kan kalo dalam hukum islam, yang namanya menolong itu hendaknya "tangan kiri tidak boleh tahu" lha ini..... malah terang-terangan mengumbar...holoh-holoh-holoh...
dalam hal ini kami sudah memakluminya, kenapa? karna sudah kerap terjadi bukan hanya di Yogyakarta saja melainkan setiap ada tragedi bencana alam. dan memang pada dasarnya mereka kan ndak tahu malu. he he he...setiap ada kesempatan untuk unjuk gigi, ya manfaatkan. kalo ndak ada cara yang sehat, yaaa cara licik semacam ini pun jadilah. TAPI...mbok ya tolong jangan BIKIN MALU KAMI.
kepada pak Sri Bandrio Yahut, Abdul Bak'r, Nurmin Halid, dan gerombolan si berat lainnya. pak...kami benar-benar malu, saat spanduk sepanjang 3X2 meter terpasang sempurna di stadion Bukit Jalil malaysia. ckckckckckckckck BIKIN MALU SAJA.
dalam hal sepakbola, apa sumbangsih anda semua itu? saya rasa ndak ada.
Pak Sri Bandrio Yahut bilang, "saya mendukung timnas bertanding hingga final"
pak Abdul Bak'r berseloroh, "saya juga mendukung timnas"
pak Nurmin Halid dan gerombolan si berat, "kami mendukung dan mempersiapkan timnas."
ahhhhh, kalo soal mendukung, kami lebih jago loh pak. kalo soal mempersiapkan, heyyy anda bukannya mempersiapkan, anda justru memanfaatkan mereka untuk kepentingan partai anda sendiri. mbok ya tahu diri lah...
saya pernah mendengar desas-desus (yang padahal itu bukan hanya kabar burung) kalo selama pertandingan AFF di GBK, para supporter dilarang membawa sepanduk/bendera/poster yang tidak berhubungan dengan sepakbola. lha terus apa yang mereka bawa di Bukit Jalil? postcard ya? bukan poster kan?
sekedar grundelan saja loh ini pak. ndak semua hal bisa anda manfaatkan untuk unjuk gigi semacam ini. ada waktunya dimana anda bebas berexpresi tanpa bikin malu kami. ada waktunya kesempatan itu baik untuk dimanfaatkan, dan ada masanya dimana kesempatan itu justru jadi boomerang bagi anda dan kami. mohon, saya mohon jangan rendahkan rasa bangga kami terhadap Indonesia.
T_E_R_I_M_A K_A_ S_I_H
0 comments:
Post a Comment